We trust

|
http://40.media.tumblr.com/e8d2129c437920b765844af99299df8b/tumblr_nabn1av4Il1qmahalo1_500.jpgAku suka cara laki-laki berpikir. Nah itulah mengapa perempuan dan laki-laki bertukar pendapat bersama agar mereka menjadi satu. Satu keputusan yang seimbang. Jujur kalo aku bikin keputusan sendiri, pasti lebih ke ego ya. Maka aku butuh penyeimbang, bahkan menolak pemikiranku yang terlalu subyektif.
Sekarang aku berasa bahagia banget or i'm on good mood. Kita tumbuh dari bocah hingga dewasa, ya pra-dewasa kusebut ini. Kita tumbuh mulai dari cinta yang menggebu-gebu hingga sama-sama posesif ingin memiliki, hingga cemburu buta yang terjadi. Itu menguras keringat dan air mata....dan tenaga. Dari tahun ke tahun bae, pelajaran itu datang bahwa tidaklah kita berusaha saling sikut menyikut untuk memiliki,kita tidak punya apa-apa. 
Kata yang sepele kamu lontarkan ke aku 
"kamu pasti bisa yan"
"tapi aku takut, yah doain lah biar bisa kek km"
"udah ku bilang pada masanya kamu pasti bisa"
dan sekarang aku tau kenapa kamu selalu bilang semudah itu ke aku, karena pada akhirnya aku bisa mendapati apa yang aku khawatirkan. Thanks God.

Aku bingung memulainya, tapi seperti yang kamu bilang bahwa ini adalah bukan sekedar memiliki. Seperti yang selalu kamu bahas bahwa mau berapapun kita mencoba bersama ketika itu bukan kehendakNya, atau bahkan "kalau ternyata aku baru ketemu kamu detik ini,yan  maka kita bisa bersama menuju cahayaNya". Seperti senja saat kamu berpamitan merantau, aku tau merantau adalah bagian dari keegoisan masing-masing (seperti aku yang bersikukuh tetap dikota kelahiranku). "Kamu gaperlu mengkhawatirkanku, pun aku berusaha gak akan mengkhawatirkanmu" senyumya dia berkata " kita gaboleh mengulangi ulah kita dimasa bocah, masa aku harus nanya kamu lagi sama siapa, aku jg tau pasti km ga akan kelaparan cuma buat nungguin aku ngingetin kamu makan atau... apakah ada cowok sekampusmu yg lagi deketin kamu?" 
Dia bikin aku berpikir berkali-kali. Banyak yang dia sampaikan. Ah ini yang ku sebut dia benar-benar tahap seimbang. "Aku ga boleh berharap sama kamu, kamu gaboleh berharap sama aku. Kita berharap sama Maha yang Menyatukan" Kalau ternyata kamu nanti bersama siapapun atau aku yang berbeda jalanpun,kita harus legowo. 
Oke
Tunggu,aku merasa gelisah mendengarnya. Kenapa kamu bisa berbicara setegar itu, kelakarku. "Kamu harus yakin, yakin apa yang akan terjadi pada mu,pada kita, tapi sejauh ini aku sangat yakin. Emang kamu gapernah berpikiran kalau nanti aku kerja jauh,berjauhan sekali denganmu,kita ga semudah lagi untuk sekedar bertukar kabar, atau nanti kesibukanku hingga sulit untuk pulang kerumah. Tapi aku yakin, kalo ga yakin namanya bukan cinta" 

Jadi kamu yakin?
"Keyakinan itu kusebut cinta, aku tak perlu khawatir apa yang terjadi setelah ini. Aku bahagia ya karena aku yakin tadi"
Oke

Aku heran mau dia sepele atau serius, itu pasti aku rasain pengaruhnya. Setelah masa kedua setelah meniti keegoisan masing-masing....yah aku yakin sekarang! Ketika sempat pulang,masih sempat(juga) makan panas-panas dideket rumahku, emang dipikir kita ngobrolin apa? Nggak kita cuma makan doang karena setiap nungguin pasti posisi udah kedinginan dan kelaperan, atau vidcall yang sudah biasa aku reject , entah susah sinyal atau emang dasarnya aku males diganggu haha. Atau tiba-tiba dia foto ama cewek, foto posisi muka berbulu dan rambut dikucir karena kepanjangan...biar nonongnya makin hits itu ga ngaruh karena rasanya udah masa bodoh banget deh gituan mah. Terus kamu juga lebih dari masa bodo,kalo aku cerita dideketin cowok :/ "aku gak yakin kamu mau gak yan haha". Satu lagi, ibuku bilang, dari papamu kl beliau bebaskanmu tp kamu tetep tanggung jawab gitu..nahkankuterharu.
Aku sih itu,kamu sih gitu. Keyakinan yang melahirkan keikhlasan satu sama lain. Kamu juga tau kan bapak sama ibu jarang banget  saling menanyakan gimana-gimana. Kenapa mereka bisa kek gitu? Karena menjalaninya dengan keyakinan,keikhlasan dan kepercayaan,  Kepercayaan hanya kita berikan nanti saat kepercayaan itu memang harus ditumbuhkan secara abadi.


Ambilah ranting yang Dia berikan. Jangan ranting yang kamu inginkan.

After so many-many-many  years i could say thanks for coming to my life. you're not special but you give me perfect learn. Let'sbehappyanvaftersixyears  ( because minus 1 year :") )make us sixpack.




Someone said

|
Kan kamu mau perang yan, jadi kalau perang ya menghadap ke depan. jangan pernah menengok ke belakang. Karena musuh ada di depan kita. Siapkan pelurumu. Masa dulu selalu kalah karena di belakang. Katanya, jagoan selalu datang di akhir. Ah Allah, Allah pasti tau yang terbaik :) Ikhlas :D

Yellow then blue oh grey

|

"Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.

Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.

Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada."
- Tere Liye

Van Der Wijk #4

|
"...Kalau kau tahu! Sudah sedari lama keindahan dan kecantikan dunia ini terlepas dari hatiku, laksana rontoknya bunga yang kekurangan air dari jembangan. Sudah sekian lama kehidupan ini saya palsukan, saya hadapi dengan hati remuk. Karena kekuasaan iblis telah merajalela di atas hati manusia. Cuma satu saja yang kulihat paling suci, ialah kau, kau sendiri! Pada diri kaulah bertemunya lambang dari kesucian dan kemurnian, yang dipenuhi oleh cinta yang ikhlas. Sebab telah kau sambut tanganku yang lemah, sebab telah kau terima suaraku yang parau, diwaktu orang lain membenciku, lantaran miskinku, papaku dan kurang bangsaku. Hanya kau seorang! "
- Surat pertama Zainuddin kepada Hayati

Van Der Wijk #3

|
"Jangan sampai terlintas dalam hatimu, bahwa di dunia ada satu bahagia yang melebihi bahagia cinta. Kalau kau percaya bahwa kebahagiaan selain cinta, celaka diri kau. Kau menjatuhkan vonis kematian ke atas dasar diri kau sendiri"
- Surat kedua  Zainuddin kepada Hayati

Van Der Wijk #2

|
"...Orang yang bercela di dalam dunia ini hanya bertiga saja. Pertama orang yang dengki, yang selalu merasa sakit melihat orang diberi Allah nikmat. Kesakitan hatinya itulah yang menyebabkan dia celaka, padahal nikmat Allah tak dapat dihapuskan poleh tangan manusia.."
- Nasihat Muluk kepada Zainuddin kerapuhannya karena Hayati

Van Der Wijk #1

|
"... Dan bila kau alami kelak agaknya tidak juga akan kau dapati cinta sebagaimana cintaku. Cintaku kepadamu lebih dari cinta saudara kepada saudaranya, cinta ayah kepada anaknya. Kadang-kadang derajat cintaku sudah terlalu amat naik, sehingga hanya dua yang menandingi kecintaan itu, pertama Tuhan dan kedua mati"

 - Surat Zainuddin kepada Hayati